SUMSELSuaradayadigital.com-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menerima audiensi pengurus Ikatan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia (IKKI) Cabang Palembang pada Jumat (21/11/2025) siang.
Pertemuan yang berlangsung di ruang tamu gubernur itu terkait rencana pelaksanaan Kongres Nasional Perkumpulan Keseminatan Kardioserebrovaskular Indonesia di Palembang.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru memberikan apresiasi atas peran aktif IKKI yang secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan ilmiah, seperti simposium, lokakarya (workshop), seminar daring, hingga kongres nasional.
Menurut Herman Deru, kegiatan tersebut menjadi wadah peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkini bagi para tenaga profesional di bidang kardiovaskular.
“Setiap ada kegiatan berskala nasional seperti ini, okupansi hotel meningkat dan memberikan dampak ekonomi nyata. Namun bukan hanya itu, kita juga saling bertukar informasi terkait pelayanan kesehatan,” ujar Herman Deru dalam keterangannya, Sabtu (22/11/2025).
Gubernur Herman Deru kembali menegaskan cita-citanya menjadikan Sumsel sebagai daerah health tourism.
Dia mengaku sering merasa sedih melihat banyak masyarakat yang memilih berobat ke luar provinsi bahkan keluar negeri, seperti Penang, karena menilai pelayanan kesehatan di Sumsel belum memadai.
“Impian besar ini harus berdampak pada performa yang mesti dibenahi. Infrastruktur dan layanan kesehatan harus diperkuat. Saya ingin gerakan Sumsel Health Tourism ini tidak hanya menjadi wacana,” tegas Herman Deru.
Herman Deru menyampaikan hingga kini belum ada provinsi lain yang secara resmi mencanangkan konsep tersebut.
Namun, kata Herman Deru, Sumsel berani memulai karena memiliki sumber daya manusia yang cerdas dan kompeten di bidang kesehatan, meskipun pekerjaan ini membutuhkan langkah besar dan komprehensif.
“Tidak mudah memang. Tapi kami harus memulai. Tidak ada kepentingan politik di sini, melainkan bagian dari tanggung jawab kita. Jika tidak dicanangkan, selamanya ini hanya akan jadi niat,” ujarnya.
Herman Deru mengungkapkan target jangka panjang yang ingin dicapai adalah dalam 5–10 tahun mendatang, masyarakat dapat memiliki kepercayaan penuh terhadap pelayanan kesehatan di Sumsel sehingga tidak lagi menjadikan luar negeri sebagai pilihan utama untuk berobat.
Dalam audiensi itu, Gubernur Herman Deru juga mendorong agar seluruh layanan kesehatan baik rumah sakit pemerintah, swasta, hingga praktek dokter spesialis memiliki basis data terintegrasi yang dilengkapi pemetaan layanan (maps).
Dengan demikian, masyarakat dari manapun dapat dengan mudah mengetahui fasilitas kesehatan terdekat dan jenis layanan yang tersedia.
“Ini ide brilian. Kalau pun realisasinya baru terlihat lima atau sepuluh tahun ke depan, alhamdulillah. Yang penting kita tetapkan tekadnya,” kata Gubernur Herman Deru.
Sementara itu, rencananya Kongres Nasional IKKI di Palembang akan diikuti sekitar 250 peserta dari berbagai daerah.
Ketua IKKI Sumsel Prof. dr. Ali Ghanie, SpPD, KKV, menyampaikan semangat mereka akan semakin besar apabila pemerintah daerah terus menunjukkan komitmen terhadap pengembangan pelayanan kesehatan di Sumsel.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dr. H. Trisnawarman, M.Kes, Sp.KKLP, Supsp, FOMC; Ketua IKKI Cabang Sumatera Selatan Prof. dr. Ali Ghanie, SpPD, KKV; Ketua Pelaksana Seminar Brain and Heart Dr. dr. Erwin Sukandi, SpPD, K-KV.
Selain itu juga hadir Staf dan Konsultan Kardiovaskular RSMH Palembang dr. Rukiah Chodilawati, SpPD, K-KV; Staf dan Konsultan Kardiovaskular RSMH Palembang dr. Syamsu Indra, SpPD, K-KV; serta sejumlah dokter spesialis penyakit dalam dan residen kardiovaskular RSMH Palembang.(*)
