Di Balik Peluh dan Doa, Perempuan-Perempuan Somagede Menjadi Tenaga Harapan

KEBUMEN – Mentari Selasa (03/03/26) baru saja menapaki pagi ketika suara cangkul dan adukan semen menggema di Desa Somagede. Di antara derap sepatu prajurit dan langkah para lelaki desa, tampak sosok-sosok tangguh berbalut kerudung dan senyum tulus ibu-ibu yang tak ingin hanya menjadi penonton dalam pembangunan.

Program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen hari itu bukan sekadar tentang rabat beton. Ia menjelma menjadi panggung kebersamaan, tempat perempuan-perempuan desa menunjukkan bahwa semangat membangun tak mengenal batas peran.

Sejak pagi, tangan-tangan mereka sibuk menyiapkan material, mengangkut air, hingga memastikan konsumsi tersaji hangat bagi personel TNI dan warga yang bekerja. Peluh membasahi dahi, namun tak satu pun keluh terdengar. Yang ada hanya tawa kecil dan semangat yang menular.

“Kami ingin jalan ini cepat selesai. Biar anak-anak sekolah dan warga bisa lewat dengan nyaman,” ujar Ibu Martini, salah satu warga Somagede, sembari menyeka keringatnya. Ucapannya sederhana, namun mengandung cita-cita besar tentang masa depan desa.
Di lokasi pengecoran, loreng TNI dan kain daster ibu-ibu berpadu dalam satu irama kerja. Mereka saling menyemangati, saling menguatkan. Rabat beton yang dicor hari itu bukan hanya menghubungkan satu titik ke titik lain, tetapi juga menyatukan hati dalam satu tujuan: kemajuan desa.

Dansatgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., mengapresiasi keterlibatan aktif kaum ibu yang menjadi energi tambahan dalam pelaksanaan TMMD.

“Semangat ibu-ibu ini adalah bukti bahwa kekuatan gotong royong menjadi fondasi utama keberhasilan TMMD. Ketika seluruh elemen masyarakat bersatu, tidak ada pekerjaan yang berat,” ungkapnya.

Di bawah terik matahari, rabat beton perlahan memanjang, mengeras bersama doa-doa yang dipanjatkan dalam diam. Jalan itu kelak akan dilalui anak-anak menuju sekolah, petani menuju ladang, dan roda ekonomi yang terus berputar.

Dan di balik setiap jengkal jalan yang tercetak, ada jejak langkah perempuan-perempuan Somagede, yang dengan peluh dan ketulusan telah membuktikan bahwa membangun negeri bisa dimulai dari hati, dari desa, dan dari tangan-tangan penuh cinta.
(Pendim Kebumen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *